Home About Us Our Dogs General Photo Gallery Guestbook Contact Us
Minggu, 19 November 2017  
 :: General ::
01. PERKIN / The All Indonesian Kennel Club
03. ARTIKEL / Articles
04. PELATIHAN / PAM. ASIA & EROPAH / Training & Show In Asia & Uerope
05. BERITA KENNEL / Kennel News
06. PENGETAHUAN / Knowledge
07. PENYAKIT PADA ANJING / Dog Diseases
08. ROTTWEILER KAMI / Our Rottweiler
09. DIJUAL / For Sale
10. PRANALA / Links
11. SILSILAH / Pedigrees

 :: Artikel Terakhir ::
PERUBAHAN NO. TELP.
19 Pebruari 2016 - 18:14
Selamat Memasuki Tahun 2016
01 Januari 2016 - 06:06
PENGERTIAN BERORGANISASI DAN TUGAS MASING-MASING BIRO.
18 Oktober 2015 - 17:45
PERATURAN PEMBIAKAN DAN PENGELUARAN SILSILAH PERKIN
16 Juli 2015 - 22:22
DESIGN KANDANG & PERALATAN BANTUAN
16 Juli 2015 - 08:29
Arsip

 :: Rottweiler Tersedia ::
 

 :: Statistik Pengunjung ::
Hit Hari Ini:2.016
Hari Ini:202
Sedang Online:2
Total:1.161.574
Sejak 2006-05-05
Pengunjung Hari Ini
Terbanyak:1.979
22 September 2015
Online Terbanyak:205
30 November 2015 - 22:21
Hit Terbanyak:17.480
20 Januari 2014

AnjingKita.Com

 :: General ::
 

Beranda : 07. PENYAKIT PADA ANJING / Dog Diseases

14 April 2008 - 21:17
KEMATIAN ANAKAN SETELAH LAHIR

Disadurkan oleh Leowardi. (von White Sand Amour Rottweiler Kennel)

Permasalahan :
Anjing setelah melahirkan beberapa hari kemudian anakakan mati satu persatu.

Hal ini terjadi baru beberapa tahun belakangan ini, dan tidak hanya terjadi di Indonesia saja, akan tetapi juga terjadi di Negara-negara lainnya. Apakah penyebab terjadinya hal demikian?

Kondisi indukan saat mengandung/hamil :

  • Kondisi indukan fit
  • Hamil berjalan antara 60 s/d. 63 hari
  • Berat anakan sewaktu lahir berkisar 400 s/d. 425 gram
  • Jarak kelahiran antara 30 s/d. 45 menit
  • Jumlah anakan yang dilahirkan 9 ekor dalam keadaan lincah dan mau
    menyusui

Permasalahan timbul setelah hari ke 2 dan seterusnya :

  • Anakan lincah dan dapat mencari putting susu indukan sendiri
  • Setelah selesai nyusu merangkak kesana-kemari dengan lincah dan tiba-tiba kejang-kejang langsung mati.

Setelah kejadian kematian anakan yang baru lahir beberapa hari ini, menurut keterangan Dokter-dokter Hewan bahwa penyabab kematian ada beberapa kemungkinan :

  • Akibat susu induk yang beracun.

Kematian akibat keracunan susu induk sebenarnya kelihatan ciri-cirinya seperti Diare, ataupun muntah-muntah, dimana dalam hal ini tidak terjadi

  • Akibat usus melilit.

Kematian akibat usus melilit kelihatan pada perut gembung, dimana dalam hal ini juga tidak terjadi

  • Akibat kesalahan jantung

Kematian akibat kesalahan jantung kelihatan anak anjing bernapas pendek, atau anakan kelihatan kesulitan bernapas (megap-megap) dan gusi dan bibir pucat, dalam kasus kematian ini juga tidak terjadi

  • Akibat penyakit Ayan/Sawan

Kematian akibat penyakit ayan/sawan, anakan mati dalam keadaan kejang-kejang dan mulut mengeluarkan busa, dalam kasus kematian anakan ini tidak terjadi.

Melihat hasil diskusi ini ternyata kita dapat menyimpulkan kematian anakkan tersebut tidak diakibatkan oleh hal-hal tersebut diatas, setelah kami mencari tahu penyebab kematian ini dari beberapa literatur dan melalui internet, penyebabnya diduga gangguan Hormon Progesteron.

Hormon Progesteron dibutuhkan dalam pembentukan Embrio pada saat setelah pemacakan. Akan tetapi kelebihan Hormon Progesteron ini juga dapat mengakibatkan keguguran dan kanker.

Maka kami melakukan, setelah pemacakan memberi teraphi pada anjing-anjing kami berupa pemberian tablet pemicu terbentuknya Hormon Progesteron dengan bantuan Tablet DUVASTON selama 6 hari bertutur-turut dengan memberi perhari 1 Tablet yang diberikan pagi hari Tablet dan sore hari Tablet.

Ingat!! Kelebihan Horman Progesteron dapat mengakibatkan keguguran dan kanker.

Dalam teraphi ini, kami hanya melakukannya untuk 6 hari setelah pemacakan pertama, hal ini dikarenakan setelah terbentuknya Embrio, maka Embrio akan mengambil alih sendiri pembentukan Hormon Progesteron yang dibutuhkannya. Dimana hal ini dapat kami lihat sendiri, setelah dilakukan teraphi ini anakan yang baru dilahirkan tidak terjadi kematian yang berkelanjutan.

Semoga dengan dipublikasikannya pengalaman kami, dapat membantu para penghobby dalam mengembang-biakkan piaraannya untuk meningkatkan kwalitas peranjingan Indonesia.

 
Kirim ke teman | Versi cetak | (View: 7373 | Refer: 1 | Print: 1240)

 

Sebelumnya:

HIP DYSPLASIA (HD)
15 Mei 2006 - 05:23

Selanjutnya:

PARVO / MUNTABER
13 Januari 2009 - 23:29
LEPTOSPIROSIS
13 Januari 2009 - 23:24
KENNEL COUGH / BATUK
13 Januari 2009 - 23:22
HEPATITIS / PENYAKIT LEVER
13 Januari 2009 - 23:17
DISTEMPER
13 Januari 2009 - 23:14
 

Kembali ke atas

Home • About Us • Our Dogs • General • Photo Gallery • Guestbook • Contact Us

© Von White Sand Amour 2006-2017