Home About Us Our Dogs General Photo Gallery Guestbook Contact Us
Minggu, 19 November 2017  
 :: General ::
01. PERKIN / The All Indonesian Kennel Club
03. ARTIKEL / Articles
04. PELATIHAN / PAM. ASIA & EROPAH / Training & Show In Asia & Uerope
05. BERITA KENNEL / Kennel News
06. PENGETAHUAN / Knowledge
07. PENYAKIT PADA ANJING / Dog Diseases
08. ROTTWEILER KAMI / Our Rottweiler
09. DIJUAL / For Sale
10. PRANALA / Links
11. SILSILAH / Pedigrees

 :: Artikel Terakhir ::
PERUBAHAN NO. TELP.
19 Pebruari 2016 - 18:14
Selamat Memasuki Tahun 2016
01 Januari 2016 - 06:06
PENGERTIAN BERORGANISASI DAN TUGAS MASING-MASING BIRO.
18 Oktober 2015 - 17:45
PERATURAN PEMBIAKAN DAN PENGELUARAN SILSILAH PERKIN
16 Juli 2015 - 22:22
DESIGN KANDANG & PERALATAN BANTUAN
16 Juli 2015 - 08:29
Arsip

 :: Rottweiler Tersedia ::
 

 :: Statistik Pengunjung ::
Hit Hari Ini:2.089
Hari Ini:202
Sedang Online:2
Total:1.161.574
Sejak 2006-05-05
Pengunjung Hari Ini
Terbanyak:1.979
22 September 2015
Online Terbanyak:205
30 November 2015 - 22:21
Hit Terbanyak:17.480
20 Januari 2014

AnjingKita.Com

 :: General ::
 

Beranda : 06. PENGETAHUAN / Knowledge

10 Mei 2006 - 06:00
MASTITIS / AIR SUSU INDUK BERACUN
Oleh : Leowardi / von White Sand Amour

Mencegah Air Susu Induk Beracun. Berdasarkan pengalaman, anjing jenis trah Rottweiler sangat sensitif pada bagian Mamae (Kantung Susu) sewaktu hamil, dimana sering terjadi Mastitis / Air Susu Induk Beracun. Hal ini dapat terjadi dikarenakan :

  • Lantai yang terlampau kasar dan kotor terjadi gesekan yang mengakibatkan luka-dalam pada kantung susu.
  • Lantai yang kotor, tidak berarti lantai yang bersih tidak terlihat kotoran berarti bersih, kadang kala berkumpul kuman-kuman pada pori-pori lantai semen atau lantai yang beralaskan kayu.
  • Kebiasaan membersihkan anjing pada bagian tersebut dengan cara mengelap dengan handuk ataupun sejenisnya - akibat tekanan dan gesekan menimbulkan luka didalam kantung susu anjing tersebut tanpa kita sadari.
  • Kebiasaan keingin tahuan kita, apakah anjing kita hamil atau tidak dengan menekan/memencet puting.
  • Radang kulit seputar kantong susu, sehingga anjing tersebut mengaruk-garuk dengan kakinya.

Menjaga kebersihan anjing hamil adalah benar, hanya tidak pada bagian-bagian yang sensitif ini, jika kita melihat kotor dan sedikit kotor / berdaki, coba oleskan dengan tanggan secara lembut “madu” ke tempat tersebut, sehingga anjing akan menjilatnya hingga bersih.

 Ciri-ciri kotoran bayi anjing yang keracunan :

Kotoran encer dan berwarna kehijau-hijauan

Cara mengatasinya :

Berikan “Norit” atau “Arang Aktive” yang digiling halus sebanyak 2 Tablet. Campurkan sedikit susu bayi anjing yang sudah dicairkan dan di cekok.

Membedakan susu yang rusak atau beracun :

Susu yang rusak berwarna “kekuning-kuningan” dan sedikit “berlendir”, jika susu ini diminum oleh bayinya akan mengakibatkan diare yang berwarna kehijau-hijauan, berarti bayi anjing masih mungkin hidup.

Susu yang berwarna “kevioletan” adalah susu yang beracun, jangan sampai terminum oleh sang bayi, ini akan berakibat fatal.

Ingat! satu puting susu tidak memiliki hanya satu lubang saluran, bisa 3 atau lebih, dan tidak berarti jika satu lubang bersusu putih bersih dan encer, kesemuanya sama, inilah hal yang selalu keliru.

Periksa setiap puting apakah di setiap saluran puting mengeluarkan susu yang berwarna putih dan encer, jika salah satu mengeluarkan susu rusak berwarna kekuningan maka jangan difungsikan untuk dikonsumsi oleh bayi anjing, dengan cara puting tersebut di tutup dengan plaster yang agak lebar.

Cara pencegahan Mastitis / Air Susu Induk beracun :

Biasanya kami memberikan LYNCOSIN 500 (Buatan Lokal) :

1 x sehari, untuk 3 hari Pre Natalis (sebelum melahirkan), kemudian

1 x sehari, untuk 7 hari Post Natalis (setelah melahirkan)

Periksa puting susu dan seputarannya, jika kelihatan merah, akibat hisapan anak anjing ataupun gigi yang mulai tumbuh, oleskan “SALEP KAMILLOSAN” yang biasa dipakai oleh para ibu-ibu jika sedang menyusui. Salep ini dioleskan pada tempat yang kemerah-merahan tipis-tipis, dan salep ini tidak beracun jika termakan.

Semoga hal ini dapat membantu teman-teman yang sering mengalami masalah ini, penulis tidak bermaksud untuk mengurui atau merasa lebih pintar, tetapi terdorong untuk meningkatkan kwalitas Rottweiler di Indonesia.

 
Kirim ke teman | Versi cetak | (View: 8617 | Refer: 6 | Print: 1224)

 

Sebelumnya:

TIPS MEMBELI ANAKAN ANJING ROTTWEILER
09 Mei 2006 - 18:29
BREEDING
07 Mei 2006 - 05:26

Selanjutnya:

INFORMATION FOR BETTER UNDERSTANDING.
29 Mei 2006 - 01:56
TUJUH NUTRISI UTAMA / SEVEN MAIN NUTRICIENS
18 Mei 2006 - 22:40
GAYA / BENTUK EKOR ROTTWEILER
17 Mei 2006 - 07:16
CARA TERBARU PEMERIKSAAN HD (Hip Dysplasia)
11 Mei 2006 - 23:10
CARA MEMERIKSA SUSU INDUK
11 Mei 2006 - 18:27
 

Kembali ke atas

Home • About Us • Our Dogs • General • Photo Gallery • Guestbook • Contact Us

© Von White Sand Amour 2006-2017