|
Beranda : 06. PENGETAHUAN / Knowledge
01 Pebruari 2007 - 23:12
BREEDING
Cara Breeding. (cara ini yang kami lakukan di Kennel kami) Sudah saatnya kita saling membagi masukan cara Breeding untuk mencapai suatu perbaikan Trah peliharaan kita, sehingga kita bisa mencapai sesuatu yang dapat memuaskan diri kita dan perkinologian Indonesia. Tulisan ini kami buat berdasarkan pengalaman-pengalaman kami dalam breeding, yang pada dasarnya sama untuk semua Trah besar maupun kecil. PERSIAPAN PADA INDUKAN. Pada anjing trah besar, dimana diberlakukan dan diijinkan setelah anjing berusia 20 bulan untuk betina dan 24 bulan untuk pejantan. Dimana pada awalnya kita harus melihat siklus birahi sang calon induk (Loop/Mens), kapan sang calon mengalami loop pertama, pada peliharaan kami hampir rata-rata pada usia 8 bulan, berarti loop selanjutnya akan terjadi pada usia 14 bulan dan kemudian pada usia 20 bulan (tepat pada usia dapat dipacak/dikawinkan). Sebelum kita memacak sang calon indukan, kami sarankan pada loop kedua periksakanlah sang calon ke Dokter Hewan (ada beberapa Drh yang spesilisasinya mengenai kandungan), dimana akan diperiksa kesuburannya (seperti dalam pemeriksaan papsmier), setelah diperiksa jika tidak subur maka Dokter akan menyarankan untuk diberikan obat penyubur yang berupa vitamin-vitamin yang terkadang juga vitamin racikan. Pada saat akan loop ketiga pada usia dapat dipacak (sudah berusia 20 bulan pada saat dipacak), anjing harus diberi obat cacing terlebih dahulu. Ciri-ciri pada anjing betina yang sedang loop, kita dapat melihat vagina mulai membengkak, ada bercak-bercak darah dilantai (ini tidak selalu terlihat, karena anjing terus membersihkannya dengan menjilat). Kami sarankan anjing yang sedang loop jangan dibawa olah raga ataupun dimandikan. Kita harus memperhatikan kapan terjadi tetesan darah pertama (sebagai hari pertama loop), pada hari ke 10, biasanya kami memeriksakan kembali ke Dokter Hewan untuk melihat kesuburannya, jika tidak atau kurang subur, maka anjing tersebut tidak kami pacak, jika subur, maka tanyakan kapan hari baiknya untuk dipacak, biasanya Dokter Hewan yang berpengalaman menyarankan hari untuk dipacak pagi atau malam harinya. Berdasarkan pengalaman kami, masa untuk dipacak pada anjing-anjing peliharaan kami pada hari ke 13 hingga hari ke 16. Jika anda ingin memeriksa sendiri kapan baiknya dipacak, maka dapat kami anjurkan sebagaimana yang kami lakukan : Periksalah bagian diatas vagina (diantara Dubur dengan Vagina) terlihat membengkak, dan tekanlan secara perlahan apakah lunak atau keras (hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang berpengalaman) jika terasa keras, ini berarti belum saatnya, walaupun kita paksakan untuk di-pacak sering terjadi tidak menempel/mengancing/gencet. Walaupun pada saat kita menekan bagian tersebut, sang betina telah mengesampingkan ekornya (“Memberi / ngasi” istilahnya), akan tetapi jika lunak/lembek, inilah saatnya yang baik untuk dipacak. Pada saat dipacak dan setelah lepas ada baiknya sang betina diajak berjalan-jalan, dimana vagina sang betina akan menghisap sperma sang jantan. Pemacakan ada baiknya dilakukan berulang kali atau setidaknya dua kali, atau pada hari kedua setelah pemacakan pertama. Ada kalanya pada saat pemacakan kedua sang betina menolak untuk dipacak, dengan meronta-ronta dan ada kalanya dia menyerang sang pejantan, hal ini biasanya telah terjadi perubahan hormon pada tubuh sang betina karena pada pemacakan pertama telah terjadi pertemuan antara indung telur dengan sperma pejantan. Anjing yang telah dipacak disarankan jangan dimandikan atau dibiarkan berenang, diberi makan obat-obatan tanpa anjuran Dokter, latihan yang berat, akan tetapi sangat baik jika diajak jalan santai. MASA KEHAMILAN (+/- 60 hari) Tempatkan sang calon induk pada tempat yang tenang, kebersihan tempat/kandangnya harus terjaga, tanyakan pada Dokter Hewan vitamin apa yang harus tetap diberikan. Sepengalaman kami, kami memberi tambahan Susu, Keju untuk diserap Kalsium yang dibutuhkan oleh sang bayi. Pada usia 5 minggu setelah pemacakan, kami memeriksakan sang induk ke Dokter Hewan untuk diperiksa kehamilan dengan dilakukan USG (Ultra Sonno Grafi), Dokter dapat mengatakan hamil atau tidaknya dan jika hamil dapat diperkirakan berapa ekor kandungannya. setelah kami mengetahui bahwa sang calon hamil maka kami sudah menyiapkan Breeding Room berikut dengan Breeding Bed-nya. BREEDING ROOM : - Ruangan tersendiri
- Tenang dan tidak terlampau terang (rada redupan)
- Temperatur ruangan usahakan pada 24-25 derajat celsius
- Ioniser, untuk mengurangi adanya kuman, bakteri ataupun Virus
- Lantai keramik
- Pertukaran udara yang cukup (Exhaust)
BREEDING BED : Terbuat dari kayu (Paling baik memakai kayu Pinus) dikarenakan lunak dan berwarna terang, dengan ukuran minimum untuk anjing Trah besar 1.60 s/d. 1.80 m x 1.60 s/d. 1.80 m dengan tinggi +/- 30 cm. berbentuk empat persegi berupa dinding-dinding, pada posisi 20 cm dari ketinggian dibuatkan tempat dimana anak-anak anjing dapat mengumpet/bersembunyi agar tidak terinjak atau tertekan oleh induknya. Pada dasar/lantai Breeding Bed pergunakan sobekan-sobekan kertas koran yang cukup tebal dan diatasnya dipasang kain (seperti sprei), sediakan lampu pemanas UV yang digantung dan dapat di naik turunkan sesuai kebutuhan. Tidak lupa tempat minum dan makan indukan. CIRI-CIRI KHAS INDUKAN AKAN MELAHIRKAN : - Beser (bolak balik kencing)
- Terkadang tidak mau makan
- Suka mengais-ngais lantai
- Jalan kesana kemari, seperti bingung
Kebiasaan kami, sebelum anjing melahirkan +/- hari ke 57, kami memberikannya Anti Biotik atas anjuran Dokter selama 3 hari berturut-turut dengan dosis 1 x 1 perhari. MASA MELAHIRKAN Pada saat anjing melahirkan, kita hanya melihat dari jarak tertentu di dalam Breeding Room, jika kita melihat ada masalah maka kita dengan hati-hati masuk ke Breeding Bed dengan mengusap-usap kepalanya sambil memberi sanjungan dengan lembut, sehingga dia tidak curiga terhadap kita , baru kita membantunya. Biasanya kami hanya membantu untuk memotong tali pusar yang kepanjangan, atau membuka ari-ari dan memotong tali pusar, jika kita melihat bahwa anak anjing setelah terbuka dari ari-ari tidak bernapas, kita mencoba menyedot lendir pada mulut atau hidungnya dan mengurut-urut dadanya dengan hati-hati, jangan terlampau keras karena dapat merusak rusuknya yang masih lunak atau organ-organ dalam lainnya. Setelah anak anjing bernapas (mulutnya mangap-mangap mengambil udara) berikan pada induknya agar dijilat baik muka, pusar, dan kemaluannya (Ingat, liur induknya juga berfungsi sebagai anti biotik) dengan menjilat-jilat anaknya sama juga artinya memijit-mijit anaknya. Setelah kelahiran selesai (biasanya setiap 30 s/d. 45 menit keluar satu) bersihkan semua alas (sprei) dan ganti sobekan kertas koran, coba pegang anakan jika dingin berilah pemanas. Periksa susu induk apakah baik atau tidaknya (baca : http://whitesandamour.com/vwsa_vnews.php?nolang&ArtID=7 ). Jika baik berikan satu persatu anakannya agar meminum susu induknya, ini sangat penting. Jika induk tidak memiliki susu, maka berikan susu buatan, biasanya kami mengunakan susu khusus untuk puppies, Berikan susu setiap 1 jam sekali. Bersihkan juga indukan dengan air hangat ditambahkan disinfektan, kami mengunakan Sarakill dengan dosis 2 ml dalam 1 liter air, begitu juga kami menspull vaginanya. Untuk mempercepat pembersihan darah kotor dan memperlancar susu induk, kami konsultasi dengan Dokter Hewan. PERAWATAN Perawatan adalah hal terpenting dalam Breeding, sebaik apapun indukan dan Pejantannya, jika perawatan kurang diperhatikan, maka kita tidak akan mendapatkan anakan yang berkwalitas. Perawatan harus kita lakukan baik untuk indukan, maupun anakan. MAKANAN INDUK SEMASA KEHAMILAN Kebiasaan kami pada saat mengandung dan setelah melahirkan, indukan kami, kami berikan Puppies Dog Food, hal ini kami lakukan mengingat pada masa sebelum dan sesudah melahirkan induk membutuhkan banyak protein dan lain-lainnya yang bisa kita dapatkan dari Puppies Dog Food. MASA MENYUSUI Kami selalu membiarkan indukan kami menyusui hingga susu indukannya berhenti (hingga berusia 8 s/d. 10 minggu). Terkadang kita melihat indukan setelah beberapa saat selesai makan, dia muntah di Breeding Bed, hal ini adalah hal yang sangat penting dan jarang terjadi, sebenarnya induk memuntahkan makanan yang dimakannya dengan tujuan agar anak-anaknya belajar makan, dan makanan ini sangat-sangat berguna bagi anakan, dikarenakan muntahan tersebut sudah bercampur enzim-enzim yang berasal dari indukan, dan jika dimakan oleh anak-anaknya sangat mudah diserap oleh tubuh anakannya, hal ini yang membuat anakan tumbuh dengan sempurna.
|